TIPS – Menyusun Daftar Bacaan

Bagikan

Mangkunegara

 

MANGKUNEGARA- Daftar bacaan dalam suatu tulisan ilmiah juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Berisi daftar literatur yang digunakan sebagai rujukan menyusun suatu karya ilmiah. Tidak jarang, banyak di antara kita yang belum mengetahui bagaimana cara menyusun daftar bacaan.
Meskipun telah ada catatan kaki (footnote) pada setiap halaman yang mengutip pandangan atau tulisan pihak lain, penulis tetap harus mencantumkannya dalam daftar bacaan. Penggunaan daftar bacaan tidak sama dengan Penggunaan Footnotedalam Tulisan.

Artikel tentang Teknik Penulisan Makalah juga menyebut salah satu bagian makalah yang baik setidaknya memuat daftar bacaan. Biasanya terletak di akhir bagian suatu tulisan. 

Kali ini, sedikit akan diuraikan bagaimana cara menyusun daftar bacaan yang disadur dari Buku Pedoman Fakultas Hukum Universitas Airlangga. 
[post_ads]

Penulisan Daftar Bacaan

    1. Nama pengarang mulai diketik pada garis margin, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai setelah 1,02 cm dari garis margin, dengan spasi satu;
    2. Antara dua sumber dikosongkan dua spasi;
    3. Tidak ada nomor halaman;
    4. Nama pengarang atau penulis disusun menurut abjad tanpa nomor urut dengan mendahulukan nama keluarga (apabila memiliki nama keluarga) atau nama belakang (apabila tidak memiliki nama keluarga).
Contoh:
Fuller, Lon L., Jurisprudence, The Foundation Press, Mineola, New York, 1949.
Gautama, Sudargo, Hukum Agraria Antar Golongan, Alumni, Bandung, 1973.
Poerbopranoto, Kuntjoro, Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan Administrasi Negara, Cet. II, Alumni, Bandung, 1978.
  1. Kalau sebuah karya ditulis oleh dua atau tiga orang, maka hanya nama pengarang yang pertama yang disusun seperti uraian huruf d. Nama penulis kedua dan ketiga ditulis biasa seperti pada footnote. Kalau penulis berjumlah lebih dari tiga orang, maka hanya penulis pertama yang disusun seperti di atas ditambah et al., seperti pada ketentuan mengenai footnote;
  2. Apabila dalam daftar bacaan terdapat dua karya atau lebih yang ditulis oleh seorang ahli, maka untuk karya kedua dan seterusnya sebagai pengganti nama penulis dicantumkan garis sepanjang 1,78 cm (jadi nama penulis tidak perlu diulang);
  3. Jika sumber dalam daftar bacaan banyak dan bermacam-macam (buku, majalah, surat kabar, brosur, dan lain-lain), maka sumber-sumber tersebut dikelompokkan dan tiap-tiap kelompok juga disusun menurut abjad.
Demikian sedikit catatan tentang penyusunan Daftar Bacaan. Semoga bermanfaat !
Untuk mengetahui keseluruhan artikel seputar teknik penulisan makalah, silakan membuka tagar  #Makalah

 

DISCLAIMER:
Konten dari tulisan ini secara khusus ditujukan kepada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sunan Bonang Tuban. Tidak menutup kemungkinan, secara umum juga dapat diterapkan.

Terkini

Timeline Twitter

Fan Page

Social Network